Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Jaringan Komputer’ Category

Wah, ternyata ketinggalan berita lagi neh. Setelah kemarin ketinggalan berita tentang release kernel 2.6.30 sampe 10 harian, sekarang malah ketinggalan berita Firefox 3.5 Release Candidate yang direlease jumat kemarin. Anehnya juga, computerworld.com baru memberitakannya malam ini, senin 00:19 WIB. Walah, koq nggak mutu gitu ya hehehe… penting nggak seh? Keknya enggak deh, kecuali buat browser freaks 😀
Release ini sebenarnya sudah ditunda beberapa kali, dikarenakan perbaikan beberapa bug. Terakhir berita, katanya mau direlease minggu pertama bulan ini, tapi nyatanya baru minggu ke-3 bisa direlease. Selanjutnya, mari kita lihat, market share Firefox release terakhir ini, apakah bisa mengangkat market share yang sekarang berada pada kisaran 22.5 %, karena harus berhadapan dengan IE 8, Chrome, Opera dan Safari 4, sambil menunggu versi final releasenya.

Read Full Post »

Hari ini kiriman paket dari Jogja sudah tiba, sebuah antenna omni IPCom 2.4 GHz 15dBi, beserta 3 buah acces point TP-Link WA601G. Sayangnya, mata masih terlalu ngantuk buat coba-coba. Akhirnya, dengan sangat terpaksa, kiriman-kiriman cuman ditumpuk aja, setelah dibongkar-bongkar, terus ditinggal tidur 😀
Pas bangun, ternyata Ngarip sudah setting semua AP, satu untuk AP dan dua laennya untuk client. Karena penasaran dengan antenna omninya, akhirnya digantung di kamar, terus disambungkan dengan access point, coba diakses pake laptop. Weh, keren. Dengan maksimum output (katanya sampai 250 mW), bisa tembus 300 meteran. Padahal masih ada dalam kamar, dan nggak LOS. Anehnya, diklaim transfer data bisa sampai 108 Mbps, yang berarti sesuai dengan spesifikasi seri N, bukan G lagi seperti yang tercantum pada namanya. Lumayan seh, karena itu berarti tidak bisa diakses dari laptop kebanyakan, dan hanya bisa diakses dari client yang sudah mendukung seri N. Kata Ngarep, secure by default hehehe… Yang jelas, sudah lebih dari cukup lah untuk memberi akses unit rawat jalan di Rumah Sakit Cut Nyak Dien, Meulaboh yang terpisah sekitar 100 meteran. Apalagi, untuk clientnya pake AP hehehe… Mubadzir nggak seh?

Read Full Post »

Di Jogja, hampir setiap sudut memiliki area untuk koneksi wifi. Entah berbayar entah tidak. Setidaknya, di kantor, koneksi internet bisa dinikmati dengan gratis tis sampe sebosen2. Ketika di Jakarta, banyak kafe yang menyediakan akses internet, meskipun tidak segratis di kantor. Di Nias, masih mending, sebab di rumah sakit, masih ada koneksi speedy yang bisa dipakai 24 jam dengan gratis tis pula. Pas mampir di bandara Polonia Medan, meskipun itu bandara paling menyebalkan (kata Mbak Putu), masih ada koneksi internet gratis tis juga di ruang tunggu. Nah, ndilalah, saya terdampar juga di Meulaboh, sebuah negeri antah barantah di ujung barat Indonesia. Meskipun disini ada warnet, namun kondisinya benar2 jauh dari layak (untuk ukuran standard saya hehehe). Speedy di rumah sakit tidak jalan alias macet cet. Sudah cari ke mana2, tetep aja nggak ada koneksi internet yang layak pakai. Akhirnya nyerah juga nyari2 akses internet. Sayangnya, karena lebih sering suntuk dari pada tidaknya, akhirnya layanan GPRS yang setengah hati pun terpaksa didayagunakan. Lumayan lah, sekedar untuk update antivirus, facebooking (kata kerja/verb dari mbak putu), plus ym-an. Dasar nggak punya modem GSM, akhirnya kepake juga HP yang 3G nya setengah hati. Setengah hati karena, kata pabriknya sudah support 3G, namun pas dipake di Jogja malah koneksinya bikin sakit hati. Yo wis lah, tidak ada rotan, akar pun jadi. Tidak ada 3G, GPRS pun jadi. Setelah perjuangan panjang, setting sana setting sini, akhirnya dapat juga koneksi internet pake GPRS. Lumayan. (more…)

Read Full Post »